Lagi, STAIM Tulungagung dipercaya beasiswa Madin

Diposting pada: 2016-05-12, oleh : staim, Kategori: Berita Prestasi STAIM

Lagi STAI Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung dipercaya mendapatkan program beasiswa Madin (Guru Madrasah Diniyah) oleh pemerintah provinsi Jawa Timur untuk kesekian kalinya. Antusias warga masyarakat Kab. Tulungagung khususnya dan jatim umumnya pun tak terbendung, banyak para pendaftar dan calon Mahasiswa program beasiswa madin ini mencari info terkait program beasiswa yang murni gratis 100% ini dari awal kuliah sampai dengan wisuda. Belum lama STAIM Tulungagung melaksanakan rekrutmen seleksi mahasiswa program beasiswa madin ini tahun lalu 2014, tak terasa sudah satu tahun dan ditahun 2015 ini STAIM Tulungagung dipercaya kembali oleh pemprov Jatim.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menjamin kesejahteraan Guru Madrasah Diniyah (Madin) berkerjasama dengan STAIM Tulungagung. Komitmen tersebut dibuktikan dengan memberi beasiswa Strata 1 (S1) bagi 1.120 Guru Madin yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur. Program ini telah berjalan sejak 2006 dan sejak 2008 STAIM Tulungagung selalu diberi kepercayaan berturut-turut setiap tahunnya sampai dengan saat ini ditahun 2015, terhitung sudah 7 kali dan pemprov telah berhasil meluluskan lebih dari 4.000 sarjana dengan program ini se-Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengatakan pemprov memberikan perhatian khusus kepada pendidikan informal berbasis agama seperti Madrasah Diniyah. Pihaknya terus berkomitmen memberikan dukungan dan fasilitas yang setara bagi madrasah agar tidak terjadi kesenjangan dengan sekolah umum. Selama ini, madrasah tidak dapat dipungkiri menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional dalam upaya internalisasi nilai-nilai agama.

“Di Jawa Timur, Madrasah Diniyah sangat banyak ada ribuan. Ini semua adalah resource yang harus dikelola dengan baik, salah satu cara adalah gurunya dikuliahkan supaya kualitas mereka meningkat,” kata Pakde Karwo dalam acara Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Program Peningkatan Kualitas Guru Madrasah Diniyah di Islamic Center Surabaya, Rabu (22/10) Siang.

Melalui beasiswa, diharapkan Guru Madrasah dapat menggunakan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi dengan sebaik-baiknya. Sebab, keberhasilan santri sebagai peserta didik dalam proses belajar sangat ditentukan oleh kecakapan, kualifikasi, dan kompetensi guru saat menyampaikan materi.

Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo ini menambahkan, langkah peningkatan kualitas Guru Madin juga menjadi persiapan Jatim menghadapi tantangan global yakni Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku 2015. Kedepan, pakde ingin manusia Jawa Timur sudah terasah mental dan paradigma berfikirnya, sehingga siap menjadi pemain bukan pelengkap.

Kepala Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah IV Surabaya, Prof. Dr. 'Abdul 'Ala, M.Ag menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan bantuan dalam rangka memajukan pendidikan Islam. Ia menuturkan Jatim menjadi satu-satunya Provinsi di Indonesia yang memberikan perhatian optimal bagi perkembangan Madrasah Diniyah.

“Kita harus bersyukur Pemprov Jatim khususnya pak gubernur telah optimal mendorong kemajuan Madrasah Diniyah,” ungkap 'Ala yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Selain dihadiri mahasiswa, kuliah perdana yang berlangsung sekitar 1,5 jam juga dihadiri oleh Kakanwil kemenag Jatim, Asisten Kesmas Sekdaprov Jatim, Kepala BPKAD Jatim, Kepala Diskominfo Jatim, Dinas Pendidikan Jatim, Rektor serta Dosen dari 38 Perguruan Tinggi Islam di Jatim. Adapun dari STAIM Tulungagung diwakili oleh Ketua STAIM Tulungagung Nurul Amin, M.Ag, PK III Cand (Dr.) Drs. H. Ahmadireja, M.Si, Kajur Tarbiyah Moh. Riza Zainuddin, M.Pd.I, Kaprodi PAI Cand (Dr.) Drs. Imam, M.KPd dan Kabag. Akademik Lutfi Azizah, S.Pd.I.

Tahun ini, Pemprov Jatim kembali memberikan beasiswa kepada 1.120 Guru Madrasah di Jatim. Kepastian tersebut setelah kesepakatan dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov dan 38 PTAI di Kantor Gubernur. Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Koodinator Kopertais Wilayah IV Jatim Prof. Dr. H. Abdul 'Ala dan Ketua STAIM Tulungagung Nurul Amin, M.Ag.

Program yang berlangsung sejak 8 tahun lalu tersebut telah menguliahkan sebanyak 8.000 guru madin. Dari jumlah itu yang sudah lulus sekitar 4.270 orang. 'Ala menjelaskan lebih dari 6.000 guru madin per tahun yang mendaftar mendapatkan beasiswa pemprov namun hanya ada sekitar 1.000 kuota. “Seleksinya cukup ketat, ada kualifikasi-kualifikasi yang harus dimiliki calon penerima beasiswa seperti bisa membaca kitab kuning,” tambahnya.

Pada 2014 sebanyak 1.120 guru madin lulusan SMA/sederajat akan dikuliahkan S1 di 36 PTAIS dan 2 PTAIN. STAI Muhamamdiyah Tulungagung akan terus mengepakan sayapnya untuk kemajuan akademik dan keilmuan keislaman, itu dibuktikan dengan kerjasama yang tidak putus sejak awal dengan program madin ini, juga diperkuat dengan kerjasama (MoU) internasional seperti yang telah dilakukan tahun 2014 lalu dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dan tahun 2015 dengan Thailand Selatan.

STAIM Tulungagung bercita-cita menjadi pusat keilmuan dengan memegang erat motto "Global Vision with Local Action" di kabupaten Tulungagung dengan skala Nasional dan Internasional, itu juga tertuang didalam rencana kerja STAIM Tulungagung yang akan terus menambah program studi kebutuhan masyarakat serta melahirkan Dosen berkualifikasi Doktor, sehingga dapat alih status menjadi Universitas Islam pertama di Kab. Tulungagung yaitu Universitas Muhammadiyah Tulungagung (UNMUHTA). –AF-

Sumber: http://www.jatimprov.go.id/site/pemprov-komitmen-sejahterakan-guru-madin/ (dengan penambahan)


Print BeritaPrint PDFPDF


Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// exp:pendidikanonline.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini


© 2018 STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG. Powered by Formulasi Free Opensource CMS | Hosting Sekolah