Mahasiswa STAIM Tulungagung Berkarya

Diposting pada: 2016-06-19, oleh : staim, Kategori: Kegiatan Mahasiswa

Mahasiswa dikatakan sebagai agent of change atau agen perubahan, dimana seorang mahasiswa dituntut untuk tidak hanya bisa lulus dalam menempuh pendidikan tingginya, tetapi dapat mengaplikasikan ‘dirinya’ kepada lingkungan, yang dimaksud mengaplikasikan diri di sini adalah tidak hanya sekedar bisa menularkan ilmunya tetapi bisa menuntun masyarakat menuju perubahan yang positif dari berbagai segi kehidupan dan dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan berkarya.

“Ada pepatah mengatakan ada banyak jalan menuju roma, begitu pula dalam hal berkarya, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk berkarya sebagai seorang ‘Agent of Change’. Dosen saya mengatakan, karya itu tidak mesti berwujud benda. Karya itu suatu hasil dari sebuah proses yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak penting itu hal sepele sekalipun, yang terpenting adalah apa yang kita lakukan adalah langkah menuju perubahan yang lebih baik.” Ungkap Mahasiswa Prodi PAI Chairul Amin.

“Saya menulis seperti ini bukan berarti juga saya sudah melakukan sesuatu yang besar, kita sama. Saya sendiri terkadang bingung, apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya berikan, dan bagaimana saya melakukan? Terkadang perasaan takut juga muncul ketika saya berandai-andai, dan akhirnya yang saya temui hanya kesulitan yang muncul dari diri saya sendiri. Namun saya sadar bukan karena betapa sulitnya melakukan yang saya inginkan tetapi ketakutanlah yang sering mengganggu saya untuk melakukan suatu ide.” Tambah pemilik perusahaan WASA ini.

“Kepercayaan diri sangat penting, karena disaat saya ragu-ragu semuanya malah tidak jalan. Jika anda mempunyai ide dan memikirkan resiko buruknya terlebih dahulu saya sarankan anda langsung memikirkan yang sebaliknya, sugestilah pikiran anda dengan hal-hal yang baik dan lakukan, jangan ditunda-tunda, cukup lakukan, dengan bersungguh-sungguh.” Tambah lagi Mahasiswa yang bersanding dengan Menpora ini.

Era saat ini adalah era Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang Kewirausahaan, Teknologi, Pengabdian Masyarakat, Penelitian, dan Karsa Cipta yang di gadang-gadangkan Pemerintah untuk menghadapi MEA (Ekonomi Asean) awal 2016 ini. PKM bisa dikatakan sebagai salah satu upaya besar bagi STAIM TA yang nantinya akan melahirkan pengusaha-pengusaha besar pula, yang siap bertarung dikancah ASEAN. “Oleh karena itu, para rekan mahasiswa, jangan ragu, tuangkan ide kita, action mulai detik ini juga, inilah saatnya bagi kita berkarya dan membangun negeri ini menjadi lebih baik.” Ucap Amin.

Mahasiswa STAI Muhammadiyah Tulungagung yang bersanding dengan Menpora Imam Nahrawi sebagaimana photo diatas (pose paling kanan), adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester lima yang aktif bermasyarakat dan berdakwah, dia bernama H. Chairul Amin, domisili di Tulungagung sejak tahun Sembilan puluhan asli Surabaya, ayah dari empat orang putra dan putri ini disela-sela aktifitas kuliahnya di STAI Muhammadiyah Tulungagung dengan lulus program beasiswa Madin dari pemprov Jatim gratis dari awal sampai dengan tamat ini, juga disibukkan dengan usaha wiraswastanya yang dilabeli dengan nama WASA, yang bergerak dibidang elektronik penghemat listrik, dia juga memimpin lembaga pendidikan Islam yang baru-baru ini dirintisnya bersama rekan Mahasiswa yang lain.

Kesemuanya itu dapat menginspirasi rekan-rekannya yang lain dikampus, hal tersebut dibuktikan dengan para Mahasiswa yang memperoleh beasiswa program kewirausahaan dari Kementerian Agama Pendidikan Tinggi Islam (Kemenag Diktis) Jakarta, berupa dana senilai total hampir ratusan juta rupiah, hal ini untuk pertama kalinya di tahun 2015 STAIM TA dipercaya menyalurkan program beasiswa kewirausahaan dari Diktis kepada 10 Mahasiswa.

Mereka yang memperoleh program ini dapat mengikuti jejak salah satu dari sekian banyak Mahasiswa STAIM TA yang telah lebih dulu berwirausaha seperti Chairul Amin diatas, yang telah sukses menjadi pengusaha besar, dan itu membuatnya sering bertemu orang-orang besar di negara ini, seperti mantan Presiden Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, para Menteri, Gubernur, dan sampai tingkat bawah Bupati.

Bukti selanjutnya, sebagai bentuk keseriusan STAIM TA dalam mensinergikan program pemerintah dalam menghadapi MEA ini adalah dengan diagendakannya workshop pelatihan kewirausahaan pertengahan Februari mendatang, dengan menghadirkan pemateri berpengalaman berwirausaha ditingkat Nasional. Dan juga agar program kewirausahaan ini dapat terus berajalan dan terus dipercaya Kemenag Diktis serta masyarakat luas sebagai pengguna lulusan.

Semoga STAIM TA melahirkan lulusan-lulusan yang unggul disegala bidang, tidak hanya dibidang agama saja, akan tetapi juga terintegrasi dibidang umum yang bermanfaat, sehingga konsep `anfa`uhum linnas itu benar-benar dapat terealisasikan oleh para Mahasiswa STAI Muhammadiyah Tulungagung khususnya. –ai-


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya

Silahkan manfaatkan aplikasi ini dan berikan komentar dengan baik dan mendidik!



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// exp:pendidikanonline.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini


© 2018 STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG. Powered by Formulasi Free Opensource CMS | Hosting Sekolah