Dosen Sertifikasi STAIM: Dosen Profesional

Diposting pada: 2016-10-15, oleh : staim, Kategori: Informasi Perguruan Tinggi

Profesional, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti sesuatu yang “memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya”.Sementara menurut Merriam-Webster Dictionary, profesional “dicirikan oleh atau sesuai dengan standar teknis atau etika profesi”.Dosen profesional adalah dosen yang memiliki kompetensi khusus di bidangnya untuk melaksanakan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Lebih jauh, dosen profesional taat pada etika profesi. Memiliki integritas yang tinggi, jujur, melakukan sesuatu dengan benar, dan melakukan hanya hal yang benar.Sebagai insan ilmiah, dosen bisa saja melakukan kesalahan; tetapi ia tidak boleh berbohong.

Dosen dituntut untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara profesional. Profesionalisme dosen di Indonesia dilihat dari sertifikat pendidik melalui program sertifikasi yang diawali sejak tahun 2008. Dosen yang memperoleh sertifikat disebut dosen profesional (di bidangnya). Sebagai dosen profesional, pemerintah memberikan tunjangan profesi. Kompetensi di bidang pengajaran dapat dilihat dari metode, bahan, dan proses pengajaran di dalam kelas. Kompetensi dalam penelitian dapat dipantau dari kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi. Kompetensi dalam pengabdian kepada masyarakat diukur dari, antara lain, peran dosen dalam praksis pembangunan, terutama di sektor publik.

Mengabdi ditandai bukan dengan sejumlah gelar yang diperoleh, tetapi seberapa peduli seorang dosen memberi alternatif solusi atas permasalahan masyarakat di sekitarnya. Lalu bagaimana kualitas dosen kita pasca sertifikasi dosen (serdos)? Surat Dirdiktendik Ditjen Dikti nomor 3693/E.43/2012 dapat dijadikan rujukan. Berdasarkan data kinerja dosen penerima tunjangan profesi 2008-2011 dan data kelulusan serdos tahun 2012, maka pengusulan serdos tahun 2013 mengalami perubahan mendasar dalam portofolio dosen. Perubahan terutama terkait dengan kemampuan bahasa Inggris, tes potensi akademik (TPA), dan publikasi pada jurnal ilmiah/nasional/internasional.

Sampai kini, belum diperoleh kriteria operasional tentang tiga komponen tersebut. Mungkin sebagian besar dosen mendukung kebijakan ini, meskipun tekesan terjadi diskriminasi dengan portofolio dosen sebelum tahun 2013. Pertanyaan mendasar adalah, apakah dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik masih layak disebut profesional bila tidak memenuhi tiga komponen tersebut. Oleh karena itu, tiga komponen itu harus pula dipersyaratkan bagi dosen profesional (sudah memperoleh sertifikat pendidik) agar tetap bisa memperoleh tunjangan profesi. Kualitas dosen, antara lain, diukur dari publikasi makalah dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional. Masih jelas di ingatan kita mengenai wajib publikasi makalah sebelum mahasiswa S1/S2/S3 ditamatkan, yang sempat dan masih diperdebatkan itu.Sampai hari ini, implementasi kebijakan ini, terutama untuk mahasiswa S2/S3, masih variatif. Ada perguruan tinggi (PT) yang menerapkannya secara konsisten, ada PT yang melakukan modifikasi, dan ada PT yang belum menerapkannya.Mungkin hal ini bisa dianggap sebagai masa transisi mengingat kondisi PTN masih variatif; apalagi kondisi PTS.Namun dari sisi personal mahasiswa, hal ini dapat “dianggap” sebagai bentuk diskriminasi negara terhadap warganya.

Saat ini STAI Muhammadiyah Tulungagung telah memiliki banyak Dosen Tetap yang telah tersertifikasi, itu menandakan para dosen tetapnya ahli dan professional dalam bidang keilmuannya disetiap prodi yang dimiliki, tahun 2016 ini saja 5 dosen yang maju sebagai peserta sertifikasi Dosen, yakni: 1) Dr. Ferry Irawan Febriansyah, S.H, M.Hum, 2) Hasan Sultoni, S.HI, M.Sy, 3) Mei Santi, M.Sy (ketiganya dari Prodi E.S) 4) M. Asep Fathur Rozi, M.Pd.I, dan 5) Arif Wahyudi, M.Pd.I (keduanya dari prodi PAI). –AF-

Foto: Batik Kiri Ketua Kopertais IV Surabaya (Rektor UIN Surabaya) Prof. Dr. K.H. Abd. 'Ala, M.Ag dan Jazket Hitam Kanan Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung saat serah terima Sertifikat Dosen Tahun 2015.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya

Silahkan manfaatkan aplikasi ini dan berikan komentar dengan baik dan mendidik!



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// exp:pendidikanonline.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini


© 2018 STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG. Powered by Formulasi Free Opensource CMS | Hosting Sekolah