Bedah Buku di STAIMUH Tulungagung oleh BEM

Diposting pada: 2015-06-11, oleh : staim, Kategori: Kegiatan STAIM

Bedah buku "Uhibbuka Fillah" di STAI Muhammadiyah Tulungagung 11 Mei 2014 kemarin Alhamdulillah berjalan dengan sangat lancar, antusiasme hadirin sangat luar biasa, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB di Auditorium Kampus ini mendapat respon positif yang sangat luar biasa. Agenda yang di prakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini yang kesekian kalinya dilaksanakan oleh BEM.

Penulis Novel Best Seller "Uhibbuk Fillah" adalah alumni STAI Muhammadiyah Tulungagung, STAIM sangat bangga memiliki alumni yang berhasil menjadi penulis handal best seller seperti nama pena Mbak. Nimas Kinanti ini yang bernama asli Ririn Rahayu Astuti Ningrum, tidak sia-sia agenda yang dilaksanakan disela-sela musim UTS (Ujian Tengah Semester) ini berjalan dengan mulus dan tidak mematahkan semangat teman-teman BEM.

Novel yang dipasarkan dan di pejeng di pelataran Aula kampuspun diserbu habis oleh peserta Bedah Buku, dan bangganya lagi penyerbu Novel atau peserta Bedah Buku yang membeli di tempat, langsung mendapatkan tanda tangan penulis, kebanggaan tersendiri bukan? terlebih lagi di diskon 10%, pastilah Indonesia banget yang diskon-diskon cepat ludes ditambah lagi berbagai macam doorprize yang diselenggarakan oleh peng-iklan acara ini.

Hal tersebut sangat diapresiasi oleh Penulis dan Direktur Penerbit Ustd. Badiatul Muchlisin Asti II (Pendiri Penerbit Oase Qalbu dan Jaringan Pena Ilma Nafia) selaku pemateri yang di undang langsung jauh-jauh dari Semarang oleh BEM STAI Muhammadiyah Tulungagung khusus untuk berbagi ilmunya kepada ratusan peserta yang membanjiri Auditorium STAI Muhammadiyah Tulungagung.

Penulis Novel dan Pendiri Oase Qalbu berharap dari STAI Muhammadiyah Tulungagung inilah lahir penulis-penulis handal dan kritis tulisanya yang menebar inspirasi kepada Dunia. Semoga lahir ratusan bahkan ribuan Niman Kinanti berikutnya dari STAI Muhammadiyah Tulungagung ini. Teringat Motivasi sang kyai besar negeri ini: "Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar, yang satu ini sama dengan seribu, kalaupun yang satu ini pun tidak ada, aku akan mengajar dunia degan pena." (KH Imam Zarkasyi) Subhanallah...

Selamat kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atas suksesnya acara Bedah Buku Novel "Uhibbuka Fillah". Kami nantikan selalu agenda-agenda kalian yang memberi manfaat kepada masyarakat Tulungagung khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

“Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri—satu-satunya hal yang membuat kita ada.” -Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara-

Menulis itu ya membuat tulisan, apa yang ada dalam pikiran kita tuliskan di sebuah kertas, buku, blog atau apapun medianya. Bahkan saat kita membuat status di facebook atau twitter, itupun juga bisa disebut menulis. Sedangkan Penulis adalah orang yang membuat tulisan-tulisan itu bisa ada. Bahkan orang cacat pun bisa membuat tulisan, baik itu ditulis sendiri maupun lewat bantuan orang lain. Sederhana kan artinya...

Itulah artinya Menulis dan Penulis, yang semua orang punya kans untuk bisa melakukannya. Apakah seseorang baru dikatakan penulis ketika dia sudah bisa menerbitkan buku atau novel? Maka kalau pertanyaan itu dilontarkan ke saya, maka saya akan menjawab dengan lantang "BUKAN". Pengertian menulis dan penulis menurut saya, tetap seperti yang saya utarakan diatas tadi.

Jika seseorang baru bisa dikatakan sebagai penulis ketika dia sudah menerbitkan buku atau novel, bagaimana dengan mereka yang menulis naskah untuk drama? Atau yang menulis skenario untuk film? Atau yang menulis kalimat untuk berita? Atau mereka yang menulis kisahnya di buku harian? Atau para blogger yang menulis di blog-nya masing-masing? Kebanyakan mereka tidak pernah membuat buku atau novel, tapi tulisan mereka banyak dijadikan sumber bagi para penulis buku dan novel. Jadi... mereka yang bisa menulis, bisa dikatakan penulis meski belum pernah menerbitkan tulisannya dalam media cetak.

Kesimpulannya buat teman-teman yang bertanya lewat message atau anda yang kebetulan nyasar ke blog ini, untuk menjadi seorang penulis syaratnya anda harus bisa menulis. Dan itu sudah anda lakukan semenjak anda pertama kali bisa belajar menulis ketika sekolah dulu. Yang jadi pertanyaan adalah, "Apakah anda mau menjadikan pekerjaan menulis sebagai profesi anda atau tidak?", itu yang akan membedakan anda dengan penulis yang profesional.

Untuk itu saya ucapkan selamat kepada anda semua... karena dengan menulis lewat message, komen atau status, anda semua sudah layak disebut "Penulis". -AF-


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya

Silahkan manfaatkan aplikasi ini dan berikan komentar dengan baik dan mendidik!



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// exp:pendidikanonline.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini


© 2018 STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG. Powered by Formulasi Free Opensource CMS | Hosting Sekolah
borneowebhosting informasiku