Wisuda STAIM Tulungagung ke-24 Tahun 2013

Diposting pada: 2015-11-02, oleh : staim, Kategori: Kegiatan STAIM

“Wisuda Strata-1 yang ke-24 baru saja usai oktober 2013 lalu, para wisudawan sangat bergembira, apa lagi wali wisudawan, tak terasa 4 tahun menuntut ilmu di kampus tercinta STAI Muhammdiyah Tulungagung yang berada di Ketanon ini berakhir sudah, tapi hakekatnya tugas berat menanti para wisudawan di depan sana, pengabdian masyarakat, tanggung jawab keilmuan, dan mental pendidik itu sendiri harus mencerminkan seorang sarjana atau orang yang berilmu berbudi luhur”. Ucap Ketua STAI Muh TA Dr. H. Munardji, M.Ag pada sambutannya.

Turut hadir pula sebagai tamu undangan. Rektor kampus termegah se-asia Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP, UNMUH Malang (UMM), beliau hadir sebagai undangan yang memberi Orasi Ilmiah pada wisuda kali ini, yang sebelumnya undangan wisuda tahun-tahun kemarin selalu berhalangan hadir karena kesibukan beliau yang super padat, seringnya kunjungan ke Luar Negeri baik itu undangan kampus UMM ataupun dari PP Muhammadiyah Pusat. Bapak yang sudah diakui secara nasional maupun Internasional keilmuannya ini telah menjelajah hampir keseluruh dunia, itu terbukti dengan realisasi keilmuan yang diterapkan pada kampus yang beliau pimpin saat ini UNMUH Malang.

Sebagaimana dalam Orasi Ilmiahnya, beliau menyampaikan bahwa “Peradaban Islam saat ini perlahan mulai menunjukkan kemajuan yang pesat, banyak para ilmuan baik barat maupun timur memprediksi 2050 Islam akan berada dalam masa ke-emasan, itu semua disebabkan oleh ulah para pembeci Islam itu sendiri yang selalu menyudutkan Islam sebagai komunitas Agama yang suka menebar teror padahal belum terbukti secara pasti, mereka hanya mengklaim sepihak, padahal yang sesungghnya terjadi adalah terror-teror itu ciptaan mereka sendiri para pembenci Islam dan menjadi senjata makan tuan. Dengan begitu umat manusia diseluruh dunia ini, apa lagi yang non Islam merasa penasaran untuk mempelajari “Apa itu Islam” dan Alhamdulillah banyak yang mendapat hidayah dari-Nya” ungkap Dosen Tetap PNS UNM ini.

Para wisudawan dan wali wisudawanpun sangat mengapresiasi orasi dari Rektor UMM ini, tak terasa  satu setengah jam lebih beliau ber-orasi di depan para wisudawan yang sedemikian memotivasi. Inti dari orasi itu adalah bagaimana Islam terus dan terus semakin berkembang pada setiap lini ilmu pengetahuan sebagaimana yang telah di lakukan oleh ulama terdahulu, Ibnu Sina yang menguasai bidang ilmu kedokteran, tafsir al-Qur’an, Tasawuf, dll.

al-Zahrawi. Seorang dokter kerajaan pada masa khalifah Al-Ahkam II dari kekhalifahan Ummayah. Dibarat, ia dikenal dengan nama Abulcasis. Penemuannya dibidang Operasi bedah telah memberikan sebuah kemudahan kepada dunia  untuk mengatasi berbagai penyakit. Salah satu peninggalan al-Zahrawi yang bisa kita temukan pada zaman sekarang adalah kitab at-tashrif. kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa latin oleh Gerardo dari Cremona pada Abad ke 12. Dan dijadikan rujukan oleh setiap dokter di eropa pada abad pertengahan. Didalamnya al-Zahrawi mengupas secara rinci tentang ilmu bedah orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum.

Segala hal yang kita jumpai sehari-hari tak lepas dari pekerjaan para mesin canggih yang sangat membantu. Dari mana asal-mulanya mesin itu ada? jawabannya, semua itu bermula dari penemuan al-Jazari, seorang ilmuwan dari al-jazira di Mesopotamia atau yang sekarang kita kenal dengan 'iraq. al-jazari menulis kitab fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) pada tahun 1206. Didalamnya ia menjelaskan tentang 50 peralatan mekanik lengkap dengan intruksi tentang bagaimana cara merakitnya. Nama lengkapnya adalah Abū al-'Iz Ibn Ismā'īl ibn al-Razāz al-Jazarī (1136-1206)

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy.

“Dan masih banyak lagi ilmuan Islam dunia yang mengawali penerapannya di dunia ini, jika kita tidak belajar dan menggali sejarah keilmuan Islam, maka dengan mudah Barat akan mengaburkan sejarah kita, lalu mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali menemukan ilmu tersebut. Ayo anak-anaku, teruskan pencarian ilmumu, tunjukkan pada dunia bahwa Islam kini telah bangkit kembali, Indonesia akan menjadi pusat peradaban baru keislaman, lanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, S1 ke S2, S2 ke S3, S3 segera urus Guru Besarnya, lakukan penelitian terus menerus, ciptakan teori baru, penemuan baru,berikan pada masyarakat luas pengetahuan baru”. Ucap Rektor UMM dengan semangat memotivasi para wisudawan.

Orasipun diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung Dr. H. Munardji, M.Ag kepada Rektor UNMUH Malang Dr. H. Muhadjir Efendi, MAP, tidak lupa pula ditutup dengan pose bersama dan tepuk tangan meriah para wisudawan dan undangan wisudawan. -AF-


Print BeritaPrint PDFPDF


Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// exp:pendidikanonline.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini


© 2018 STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG. Powered by Formulasi Free Opensource CMS | Hosting Sekolah