Kunjungan kerja pimpinan STIT Muh Bangil ke STAI Muh Tlg Agung

Pada hari Sabtu 15 April 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhamadiyah Bangil berkunjung ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhamadiyah Tulungagung dalam rangka kunjungan kerja pimpinan dan silaturrahim.
Dengan semangat “saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan” (Q.S. al-Maidah:2) STIT Muhamadiyah Bangil bekerja sama dengan STAI Muhamadiyah Tulungagung untuk menjalin kerja sama yang dituangkan lewat MoU jurnal, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Acara di mulai pada pukul 09.00 WIB, sebagai pembicara pertama, Bapak Nurul Amin, M.Ag, Ketua STAI Muhamadiyah Tulungagung terlebih dahulu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rombongan jajaran pimpinan STIT Muhamadiyah Bangil yang sudah jauh-jauh datang berkunjung. Berikutnya, beliau menjelaskan sejarah singkat berdirinya campus pada tahun 1986, yang mana tak disangka STIT Muhamadiyah Bangil juga berdiri pada tahun yang sama. Beliau juga sangat mengapresiasi kerja sama bilateral sesama kampus Muhamadiyah yang salah satu tujuannya untuk menyusun strategi-strategi dalam mengembangkan kampus menjadi sebuah universitas unggulan di wilayah masing-masing. Terdapat beberapa faktor berkembang dan majunya sebuah institusi pendidikan. Salah satunya Sebagai pembicara kedua, Ketua STIT Muhamadiyah Bangil, Bapak Drs. H. Bambang Suharno, M.Pd berbicara mengenai pentingnya MoU jurnal. Penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ada tiga hal yang menjadi fokus dari perjanjian tersebut, yang pertama : tentang penulisan dan publikasi jurnal, yang kedua : kerja sama penelitian, dan yang ketiga : kerja sama di bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurut beliau, sesama “saudara Muhamadiyah” hendaklah saling mendukung kemajuan masing-masing, sebab perjanjian ini penting sebagai salah satu syarat grade penilaian akreditasi kampus yang maksimal. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sebuah perguruan tinggi. Kontrak Kerja sama MoU jurnal, penentian, dan pengabdian kepada masyarakat berdurasi 5 tahun ke depan, bahkan beliau mengharapkan nota kesepahaman ini bisa berlangsung seumur hidup. Acara ditutup pada pukul 14.00 WIB. dengan penandatanganan MoU jurnal, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan penyerahan cinderamata dari kedua kampus adalah, “sumber daya manusia yang memadai. Wajib sebuah lembaga pendidikan memiliki pelaksana pendidikan yang ahli dibidangnya masing-masing”. Ucap Dr. Afiful Ikhwan. M.Pd.I di sela-sela penjelasann yang ditanyakan oleh Bapak Drs. H.M. Yusuf Ande, M.Pd. pembantu ketua II STIT Muhamadiyyah Bangil, hal ini juga dipertegas dalam firman Allah Ta’ala “fas’alu ahla dzikri, inkuntum la ta’lamun” (bertanyaah kepada orang yang kapabilitas dalam keilmuwannya) dalam surah An-Nahl ayat 43. Bahkan Rasulullah Saw mewanti-wanti : “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (Bukhari:57). Dalam hal ini, kaitannya dengan SDM yang memadai, setiap campus hendaknya memiliki dosen tetap yang aktif, kreatif, inovatif sehingga pembaharuan dan kemajuan campus diharapkan lahir dari mereka para mujahid campus di samping tentunya seiring berjalan dengan perencanaan anggaran yang rapi dan tepa guna. Hal ini sebagaimana yang di sampaikan oleh Dr. Ferry Irawan F, SH, M.Hum. “Keaktifan, kekreatifan dan keinovatisan SDM di perguruan tinggi kembali lagi kepada si pelanggan, dalam hal ini adalah mahasiswa dan seluruh civitas akademik kampus, misal setiap akhir semester kita melakukan penilaian atau evaluasi kinerja dosen baik antar dosen dengan mahasiswa, dosen dengan sejawat, atasan dengan bawahan dsb, dengan demikian evaluasi untuk selalu berbenah dari semester ke semester selalu tercipta sehingga akan berpengaruh terhadapkinerja tuk memajukan kampus”. Ucap ketua penjamin mutu STAI Muhammadiyah Tulungagung ini.
Sebagai pembicara kedua, Ketua STIT Muhamadiyah Bangil, Bapak Drs. H. Bambang Suharno, M.Pd berbicara mengenai pentingnya MoU jurnal, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ada tiga hal yang menjadi fokus dari perjanjian tersebut, yang pertama: tentang penulisan dan publikasi jurnal, yang kedua : kerja sama penelitian jurnal, dan yang ketiga : kerja sama di bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurut beliau, sesama “saudara Muhamadiyah” hendaklah saling mendukung kemajuan masing-masing, sebab, perjanjian ini penting sebagai salah satu syarat grade penilaian akreditasi kampus yang maksimal. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sebuah perguruan tinggi. Kontrak Kerja sama MoU berdurasi 5 tahun kedepan, bahkan beliau mengharapkan nota kesepahaman ini bisa berlangsung seumur hidup. Acara ditutup pada pukul 14.00 WIB. dengan penandatanganan MoU dan penyerahan cinderamata dari kedua kampus.

57total visits,1visits today